PENDALAMAN TERAPI SHOLAT BAHAGIA
Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Shalat Bahagia? Shalat mengantar
manusia kepada kebahagiaan. Lafadz hayya ‘alas sholah (ayo shalat) dilanjutkan hayya alal falah (ayo bahagia). Kita harus
bisa mengerti arti dari dua panggilan adzan itu dengan terapi, kita juga harus
bisa membangun mindset T2Q (tawakal, tumakninah dan qonaah) sebagai modal
shalat khusyuk (penuh penghayatan). Dengan mengetahui terapi sholat bahagia ini
kita juga bisa tau seberapa dekatnya kita sama allah, sholat adalah segalanya, ayo bahagia, tidak ada agama yang
menyuruh kita the best kecuali islam. Wahai allah, aku bersyukur atas semua
nikmatmu, bimbinglah aku dan keluarga agar tetap di jalan yang benar, berilah aku
ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan dan
murkamu.
Berikut ini adalah poin-poin
penghayatan dan renungan pada setiap gerakan shalat:
1. BERDIRI
Pada posisi ini, kita berturut-turut
membaca doa pembuka (iftitah), surat al-Fatihah dan beberapa ayat al-Qur‟an.
Karena posisi ini hanya al-Fatihah yang wajib dibaca, sebab didalam bacaan
surat al-Fatihah kita dianjurkan berhenti sejenak untuk menunggu jawaban dari
Allah dan memujanya. Setelah selesai dari pemujaan doa dan pengesahan Allah,
disyariatkan bagi pelaku shalat untuk memohon jaminan dari Allah agar
dikabulkan semua permintaan dan sembahan dengan membaca amin sebagaistempel
pengesahan sekaligus penutup, membaca amin adalah hiasan shalat sebagaimana
mengangkat tangan dalam shalat ketika takbir, sekaligus meneladani sunnah Rasul
dan sebagai ibadah bagi tangan serta sebagai isyarat untuk perpindahan dari satu rukun ke
rukun yang lainnya. Maka yang paling
diingat pada posisi ini adalah inti surat al-Fatihah, yaitu:
A) Syukur Kepada Allah SWT
Kita bersyukur atas semua anugerah
Allah Yang Maha Menguasai dan Mengatur alam semesta, Maha Memenuhi kebutuhan
manusia, Maha Pengasih, Maha Adil dan Teliti dalam Pengadilan di akhirat.
Selama jantung berdetak, selam itu pula nikmat Allah mengalir. Setiap detik
Allah SWT sibuk dengan mengurus Anda, maka seharusnya setiap detik anda wajib
mengingat dan mensyukuri nikmatNya. Jika nada diberi tambahan usia lima menit
dan waktu sesingkat itu digunakan dengan sungguh-sungguh, maka beberapa menit
itu amat menentukan tempat kembali anda: surga atau neraka. Dengan istighfar
selama lima menit dan Allah mengabulkan ampunan untuk seseorang, ia dapat
terbebas dari neraka. Apalagi, jika anda diberi tambahan usia sehari, seminggu,
sebulan, dan seterusnya. Itulah nikmat waktu kehidupan yang wajib disyukuri.
Masih banyak nikmat lain yang wajib disyukuri; nikmat iman, kesehatan,
keselamatan, kemuliaan, dan sebagainya. Dalam posisi berdiri ini, ingatlah
semua nikmat itu dan syukurilah. Sebutlah dalam hati satu persatu nikmat besar
Allah yang telah anda terima. Menunduklah untuk berterima kasih kepada-Nya.
B) Bimbingan Allah SWT
Jangankan anda, para Nabi-pun
membutuhkan bimbingan (hidayah) Allah SWT. Kita diberi Allah akal, tapi tidak
akan bisa menemukan kebenaran dengan akal semata tanpa petunjuk Allah. Setelah
mengetahui yang benar pun, kita membutuhkan bimbingan dan kekuatan untuk bisa
melakukan, masih diperlukan laggi bimbingan untuk ikhlas melakukannya.
C) Ketahanan Iman
Iman kita selalu naik turun. Kita
memohon ketahanan iman agar menjadi hamba yang dirahmati-Nya („an amta
„alaihim), dan memiliki kekuatan melawan hawa nafsu.setan setiap detik
membelokkan anda dari jalan yang benar, dan tidak akan berhenti sampai anda mendapat
murka Allah (al-mahdub, alaihim) atau menjadi orang yang sesat (addlalim).
Mungkin saat ini, anda sedang menghadapi godaan
hawa nafsu yang berat anda hadapi. Bisa berupa 3 ta: harta, tahta dan
cinta. Mintalah ketahanan iman untuk menundukan hawa nafsu itu. Ketiga poin
diatas, agar mudah diingat, disingkat dengan SUBHAN (Syukur, Bimbingan dan
Ketahanan Iman).
2. RUKUK
Gerakan wajib berikutnya setelah
berdiri adalah rukuk yaitu membungkukkan badan dengan kedua tangan di lutut,
dan wajah diarahkan ke tempat sujud. Rukuk wajib dilakukan untuk setiap rakaat.
Bagaimana rukuk Rasulullah SAW ? Beliau bertakbir dengan mengangkat kedua
tangan (HR. Bukhari), kepala dan punggung lurus horisontal dengan meletakkan
kedua tangan di lutut (HR. Ahmad) atau kedua telapak tangan di bawah lutut
dengan siku yang direnggangkan (HR. Abu Daud), sedangkan kedua siku dalam
posisi direnggangkan dari lambung (HR. Al-Tirmidzi). Posisi rukuk akan
membengkokkan tulang belakang untuk menggerakkan, melembutkan otot-otot,
melemaskan tulang-tulang yang kejang dan kaku, dan mengendorkan ruas-ruas
tulang belakang, supaya tulang belakang kembali sesuai anatomi. Di belakang
tulang punggung terdapat syaraf-syaraf yang dibungkus ruas-ruas tulang
belakang. Urat-urat saraf berfungsi menjalankan organ-organ tubuh melalui
ruas-ruas tulang belakang. Fungsinya adalah untuk mengontrol jantung,
paru-paru, liver, lambung, limpha, usus, dan lain-lain. Semua organ itu dari
otak melalui tulang punggung. Dengan rukuk, kita jauhkan pengagungan diri
sendiri, orang lain dan apa saja di hati selain Allah. Rukuk haruslah rukuk
hati, badan hanya mengikutinya. Jika hati telah rukuk kepada AllahYang Maha
Suci dan Maha Agung, semua badan menjadi ringan menjalankan perintah Allah SWT.
Ada dua hal penting yang harus dihayati dalam posisi rukuk, yaitu:
A. Tunduk Kepada Kehendak Allah
Kita tunduk sepenuhnya kepada apapun
yang menjadi kehendak Allah Yang Maha Suci dan Maha Agung.serahkan hidup-mati,
sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan kepada Allah SWT. Allah paling
tahu apa yang terbaik untuk kita. Terimalah apa saja yang telah menjadi
kehendak-Nya. Mungkin anda sedang menghadapi masalah yang memerlukan jalan
keluar. Masalah itu besar dan berat dalam pendangan anda, tapi kecil dan ringan
di tangan Allah SWT. Jika ada organ tubuh anda yang sakit, fokuskan doa dan
kepasrahan untuk organ tubuh tersebut. Demikian juga doa dan kepasrahan anda
untuk seseorang dari anggota keluarga atau teman anda harapkan berubah menjadi pribadi
yang lebih shaleh. Dalam posisi ini kita sedang membungkuk dengan perasaan hina,
kecil, lemah, dan bodoh di hadapan Allah Yang Maha Esa.
B. Menurut Kepada Semua Perintah
Allah
Kita berikrar untuk menurut kepada
perintah Allah. Ikrar syhadat yang berkali-kali diucapkan dalam shalat dalam
ikrar ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Tapi kita sering mengingkarinya.
Tidak sedikit perintah Allah yang kita abaikan. Oleh sebab itu dalam rukuk,
kita juga memohon ampunan atas pelanggaran atau kemaksiatan itu. Kedua poin
diatas disingkat dengan TURUT (Tunduk dan Menurut kapada Allah SWT).
3. BANGKIT DARI RUKUK
Dari beberapa doa i‟tidal (bangkit
dari rukuk) dan makna filosofinya, ada dua hal penting yang perlu dihayati
dalam posisi ini, yaitu:
A. Hak Pujian
Segala puji hanya untuk Allah SWT.
Dialah satu-satunya yang berhak dipuji. Dia Maha Kuasa, Penguasa langit dan
bumi, dan Maha Pemberi. Kita harus memuji Allah setiap saat, dalam keadaan enak
atau tidak, suka atau tidak suka. Kita tidak dibenarkan mengharap pujian
manusia dalam pekerjaan apapun. Hak pujian hanya milik Allah. Semua pekerjaan
harus dilakukan semata-mata mengharap ridla Allah SWT. Mengharap pujian selain
Allah, di samping merusak keimanan, juga menjadi sumber kegelisahan di kemudian
hari ketika pujian itu tidak diperoleh. Dengan demikian, menghapus harapan
pujianorang berarti menutup sumber kecemasan dan kekecewaan.
B. Takdir
Tidak ada yang terjadi di dunia ini
secara kebetulan. Semuanya terjadi atas Rencana Besar: kehendak dan ketetapan
Allah. Jika Allah berkehendak memberi sesuatu, tidak ada satupun kekuatan bisa
menghalanginya. Sebaliknya, jika Allah berkehendak, tidak ada manusia yang
dapat memberikannya.kita harus menerima dengan senang hati semua keputusan
Allah yang menyangkut hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan apapun yang kita
rasakan.
Dengan keyakinan itu, seorang muslim
memiliki daya tahan yang dahsyat menghadapi kegagalan. Ia juga bisa menahan
diri dari amarah kepad orang lain yang menyebabkan kegagalan itu, sebab ia
percaya dengan yakin bahwa semua yang terjadi sebagai kehendak Allah. Semua
penyakit juga terjadi atas takdir Allah. Jika Allah, menghendaki sembuh, Allah
hanya mengucapkan kun fayakun. Semua masalah yang membuat gelisah manusia,
hanya besar, rumit, berat, dan buntu jalan keluar dalam pendangan anda. Tapi amat
kecil, ringan, dan mudah bagi Allah SWT. Dua poin diatas disingkat dengan HADIR
(Hak Pujian dan Takdir).
4. SUJUD
Sujud adalah posisi paling agung
dalam shalat setelah rukuk. Dalam sujud, orang tidak bisa menoleh kemanapn
kecuali menghadap Allah. Rukuk adalah simbol penghambaan, sedangkan sujud
simbol kedekatan. Sujud dilakukan setelah rukuk, karena siapapun yang tidak
memiliki etika penghambaan, ia tidak akan bisa dekat kepada Allah SWT. Sujud
merupakan pembeda muslim dan setan, sebab setan selalu menolak melakukannya.
Sujud juga posisi terdekat antara manusia dan Allah.
5. DUDUK DI ANTARA DUA SUJUD
Sesudah melakukan sujud pertama,
kita duduk istirahat sebentar, untuk kemudian bersujud lagi. Selesai rakaat
pertama, kita berdiri lagi serta mengulangi apa yang kita kerjakan pada rakat
pertama. Pada sikap duduk iftirasy, kita duduk dengan otot-otot pangkal paha.
Dalam sikap duduk ini, salah satu saraf pangkal paha yang besar berada di atas
kedua tumit kaki. Tumut dilapisi oleh sebuah otot yang berfungsi sebagai
bantal. Dengan demikian, tumit menekan otot-otot pangkal paha serta saraf
pangkal paha yang besar itu, sehingga saraf pangkal paha itu terpijit. Pijitan
tersebut dapat menghindarkan dari penyakit saraf pengkal paha yang menyebabkan
rasa sakit, nyeri, sehingga tidak dapat berjalan.
Berdasar beberapa doa dalam posisi
ini, maka ada empat permohonan penting kepada Allah, yaitu:
A. Ampunan, yaitu Allah atas semua
dosa. Hampir tidak ada hari kita lewati tanpa dosa. Tanpa ampunan Allah, kita
pasti menjadi manusia paling sengsara di akhirat (minal khasirin).
B. Kasih sayang, yaitu kasih sayang
(rahmat) Allah. Ampunan (maghfirah) Allah selalu berkaitan dengan kasih
(rahmat)-Nya. Keduanya menjadi penentu masa depan dunia dan akhirat.
C. Sejahtera, yaitu terpenuhinya
kebutuhan hidup: jasmani dan rohani. Termasuk di dalamnya kesehatan fisik. Kita
memohon kesehatan dan rizki yang banyak dengan niat mendapatkan kemudahan
ibadah, biaya pendidikan anak, infak untuk pengembangan agama dan sedekah untuk
fakir miskin.
D. Iman, yaitu keimanan yang kokoh
dan petunjuk sepanjang waktu. Iman kita sangat labil, apalagi di tengah godaan
duniawi yang semakin beragam.
Keempat poin diatas, disingkat
menjadi AKSI (Ampunan, Kasih sayang, Sejahtera, dan Iman)
6. TASYAHUD
Posisi duduk ini disebut “tasyahud”
karena di dalamnya ada bacaan “syahadat”, sebuah ikrar keimanan, “Tiada Tuhan
selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah”. Dengan keimanan yang benar, orang
beriman akan menjalankan perintah Allah bukan sebagai beban, tapi sebuah kebutuhan; menerima
apapun takdir Allah dengan ikhlas, ridla dan senang hati, serta bertawakal
kepada Allah.
Ada tiga poin penting yang harus
dihayati dalam posisi tasyadud, yaitu:
A. Shalawat
Shalawat dan salam kita berikan
kepada Nabi SAW, sebagai ungkapan terima kasih atas jasa Nabi SAW yang
mengenalkan Allah kepada kita dan membimbing cara beribadah kepada-Nya. Kita
bertekad menyontoh keimanan, ibadah dan akhlak Nabi SAW. Salam (doa
keselamatan) juga kita mohonkan untuk diri sendiri dansemua orang shaleh.
B. Persaksian
Kita bersaksi atau berikrar “Tiada
Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah”. Kita memohon kepada Allah agar
tetap menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya sepanjang hidup, dan mati dengan
keimanan yang sempurna. (ahyina muslimin, wa tawaffana mukminin).
C. Tawakal
Kita serahkan sepenuhnya apapun
hasil yang diberikan Allah setelah ikhtiar yang maksimal. Kita pasrahkan juga
hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan kepada Allah SWT. Allah
SWT Maha Mengetahui apa yang terbak bagi kita. Ketiga poin diatas disingkat
menjadi SOSIAL (Shalawat, Persaksian dan Tawakal).
Dengan metode-metode dan penerapan
inilah shalat bahagia itu di gunakan untuk mencapai sebuah kebahagiaan dengan tanpa mengurangi
nilai-nilai penting dan kesakralan sebuah ibadah sholat.
Demikianlah terapi sholat bahagia
ini saya tulis, dan saya mengalami sendiri ketika saya mempunyai masalah dan
saya curahkan kepada sang maha kuasa dan di situ saya merasa bahwa tidak ada
tempat yang tepat kecuali mengadu kepada allah swt.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar