Sabtu, 30 November 2019

Terapi sholat bahagia


PENDALAMAN TERAPI SHOLAT BAHAGIA
Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag

Shalat Bahagia? Shalat mengantar manusia kepada kebahagiaan. Lafadz hayya ‘alas sholah (ayo shalat) dilanjutkan  hayya alal falah (ayo bahagia). Kita harus bisa mengerti arti dari dua panggilan adzan itu dengan terapi, kita juga harus bisa membangun mindset T2Q (tawakal, tumakninah dan qonaah) sebagai modal shalat khusyuk (penuh penghayatan). Dengan mengetahui terapi sholat bahagia ini kita juga bisa tau seberapa dekatnya kita sama allah, sholat adalah  segalanya, ayo bahagia, tidak ada agama yang menyuruh kita the best kecuali islam. Wahai allah, aku bersyukur atas semua nikmatmu, bimbinglah aku dan keluarga agar  tetap di jalan yang benar, berilah aku ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan dan murkamu.
Berikut ini adalah poin-poin penghayatan dan renungan pada setiap gerakan shalat:
1. BERDIRI
Pada posisi ini, kita berturut-turut membaca doa pembuka (iftitah), surat al-Fatihah dan beberapa ayat al-Qur‟an. Karena posisi ini hanya al-Fatihah yang wajib dibaca, sebab didalam bacaan surat al-Fatihah kita dianjurkan berhenti sejenak untuk menunggu jawaban dari Allah dan memujanya. Setelah selesai dari pemujaan doa dan pengesahan Allah, disyariatkan bagi pelaku shalat untuk memohon jaminan dari Allah agar dikabulkan semua permintaan dan sembahan dengan membaca amin sebagaistempel pengesahan sekaligus penutup, membaca amin adalah hiasan shalat sebagaimana mengangkat tangan dalam shalat ketika takbir, sekaligus meneladani sunnah Rasul dan sebagai ibadah bagi tangan serta sebagai  isyarat untuk perpindahan dari satu rukun ke rukun yang lainnya.  Maka yang paling diingat pada posisi ini adalah inti surat al-Fatihah, yaitu:
A) Syukur Kepada Allah SWT
Kita bersyukur atas semua anugerah Allah Yang Maha Menguasai dan Mengatur alam semesta, Maha Memenuhi kebutuhan manusia, Maha Pengasih, Maha Adil dan Teliti dalam Pengadilan di akhirat. Selama jantung berdetak, selam itu pula nikmat Allah mengalir. Setiap detik Allah SWT sibuk dengan mengurus Anda, maka seharusnya setiap detik anda wajib mengingat dan mensyukuri nikmatNya. Jika nada diberi tambahan usia lima menit dan waktu sesingkat itu digunakan dengan sungguh-sungguh, maka beberapa menit itu amat menentukan tempat kembali anda: surga atau neraka. Dengan istighfar selama lima menit dan Allah mengabulkan ampunan untuk seseorang, ia dapat terbebas dari neraka. Apalagi, jika anda diberi tambahan usia sehari, seminggu, sebulan, dan seterusnya. Itulah nikmat waktu kehidupan yang wajib disyukuri. Masih banyak nikmat lain yang wajib disyukuri; nikmat iman, kesehatan, keselamatan, kemuliaan, dan sebagainya. Dalam posisi berdiri ini, ingatlah semua nikmat itu dan syukurilah. Sebutlah dalam hati satu persatu nikmat besar Allah yang telah anda terima. Menunduklah untuk berterima kasih kepada-Nya.
B) Bimbingan Allah SWT
Jangankan anda, para Nabi-pun membutuhkan bimbingan (hidayah) Allah SWT. Kita diberi Allah akal, tapi tidak akan bisa menemukan kebenaran dengan akal semata tanpa petunjuk Allah. Setelah mengetahui yang benar pun, kita membutuhkan bimbingan dan kekuatan untuk bisa melakukan, masih diperlukan laggi bimbingan untuk ikhlas melakukannya.
C) Ketahanan Iman
Iman kita selalu naik turun. Kita memohon ketahanan iman agar menjadi hamba yang dirahmati-Nya („an amta „alaihim), dan memiliki kekuatan melawan hawa nafsu.setan setiap detik membelokkan anda dari jalan yang benar, dan tidak akan berhenti sampai anda mendapat murka Allah (al-mahdub, alaihim) atau menjadi orang yang sesat (addlalim). Mungkin saat ini, anda sedang menghadapi godaan  hawa nafsu yang berat anda hadapi. Bisa berupa 3 ta: harta, tahta dan cinta. Mintalah ketahanan iman untuk menundukan hawa nafsu itu. Ketiga poin diatas, agar mudah diingat, disingkat dengan SUBHAN (Syukur, Bimbingan dan Ketahanan Iman).
2. RUKUK
Gerakan wajib berikutnya setelah berdiri adalah rukuk yaitu membungkukkan badan dengan kedua tangan di lutut, dan wajah diarahkan ke tempat sujud. Rukuk wajib dilakukan untuk setiap rakaat. Bagaimana rukuk Rasulullah SAW ? Beliau bertakbir dengan mengangkat kedua tangan (HR. Bukhari), kepala dan punggung lurus horisontal dengan meletakkan kedua tangan di lutut (HR. Ahmad) atau kedua telapak tangan di bawah lutut dengan siku yang direnggangkan (HR. Abu Daud), sedangkan kedua siku dalam posisi direnggangkan dari lambung (HR. Al-Tirmidzi). Posisi rukuk akan membengkokkan tulang belakang untuk menggerakkan, melembutkan otot-otot, melemaskan tulang-tulang yang kejang dan kaku, dan mengendorkan ruas-ruas tulang belakang, supaya tulang belakang kembali sesuai anatomi. Di belakang tulang punggung terdapat syaraf-syaraf yang dibungkus ruas-ruas tulang belakang. Urat-urat saraf berfungsi menjalankan organ-organ tubuh melalui ruas-ruas tulang belakang. Fungsinya adalah untuk mengontrol jantung, paru-paru, liver, lambung, limpha, usus, dan lain-lain. Semua organ itu dari otak melalui tulang punggung. Dengan rukuk, kita jauhkan pengagungan diri sendiri, orang lain dan apa saja di hati selain Allah. Rukuk haruslah rukuk hati, badan hanya mengikutinya. Jika hati telah rukuk kepada AllahYang Maha Suci dan Maha Agung, semua badan menjadi ringan menjalankan perintah Allah SWT. Ada dua hal penting yang harus dihayati dalam posisi rukuk, yaitu:
A. Tunduk Kepada Kehendak Allah
Kita tunduk sepenuhnya kepada apapun yang menjadi kehendak Allah Yang Maha Suci dan Maha Agung.serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan kepada Allah SWT. Allah paling tahu apa yang terbaik untuk kita. Terimalah apa saja yang telah menjadi kehendak-Nya. Mungkin anda sedang menghadapi masalah yang memerlukan jalan keluar. Masalah itu besar dan berat dalam pendangan anda, tapi kecil dan ringan di tangan Allah SWT. Jika ada organ tubuh anda yang sakit, fokuskan doa dan kepasrahan untuk organ tubuh tersebut. Demikian juga doa dan kepasrahan anda untuk seseorang dari anggota keluarga atau teman anda harapkan berubah menjadi pribadi yang lebih shaleh. Dalam posisi ini kita sedang membungkuk dengan perasaan hina, kecil, lemah, dan bodoh di hadapan Allah Yang Maha Esa.
B. Menurut Kepada Semua Perintah Allah
Kita berikrar untuk menurut kepada perintah Allah. Ikrar syhadat yang berkali-kali diucapkan dalam shalat dalam ikrar ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Tapi kita sering mengingkarinya. Tidak sedikit perintah Allah yang kita abaikan. Oleh sebab itu dalam rukuk, kita juga memohon ampunan atas pelanggaran atau kemaksiatan itu. Kedua poin diatas disingkat dengan TURUT (Tunduk dan Menurut kapada Allah SWT).
3. BANGKIT DARI RUKUK
Dari beberapa doa i‟tidal (bangkit dari rukuk) dan makna filosofinya, ada dua hal penting yang perlu dihayati dalam posisi ini, yaitu:
A. Hak Pujian
Segala puji hanya untuk Allah SWT. Dialah satu-satunya yang berhak dipuji. Dia Maha Kuasa, Penguasa langit dan bumi, dan Maha Pemberi. Kita harus memuji Allah setiap saat, dalam keadaan enak atau tidak, suka atau tidak suka. Kita tidak dibenarkan mengharap pujian manusia dalam pekerjaan apapun. Hak pujian hanya milik Allah. Semua pekerjaan harus dilakukan semata-mata mengharap ridla Allah SWT. Mengharap pujian selain Allah, di samping merusak keimanan, juga menjadi sumber kegelisahan di kemudian hari ketika pujian itu tidak diperoleh. Dengan demikian, menghapus harapan pujianorang berarti menutup sumber kecemasan dan kekecewaan.
B. Takdir
Tidak ada yang terjadi di dunia ini secara kebetulan. Semuanya terjadi atas Rencana Besar: kehendak dan ketetapan Allah. Jika Allah berkehendak memberi sesuatu, tidak ada satupun kekuatan bisa menghalanginya. Sebaliknya, jika Allah berkehendak, tidak ada manusia yang dapat memberikannya.kita harus menerima dengan senang hati semua keputusan Allah yang menyangkut hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan apapun yang kita rasakan.
Dengan keyakinan itu, seorang muslim memiliki daya tahan yang dahsyat menghadapi kegagalan. Ia juga bisa menahan diri dari amarah kepad orang lain yang menyebabkan kegagalan itu, sebab ia percaya dengan yakin bahwa semua yang terjadi sebagai kehendak Allah. Semua penyakit juga terjadi atas takdir Allah. Jika Allah, menghendaki sembuh, Allah hanya mengucapkan kun fayakun. Semua masalah yang membuat gelisah manusia, hanya besar, rumit, berat, dan buntu jalan keluar dalam pendangan anda. Tapi amat kecil, ringan, dan mudah bagi Allah SWT. Dua poin diatas disingkat dengan HADIR (Hak Pujian dan Takdir).
4. SUJUD
Sujud adalah posisi paling agung dalam shalat setelah rukuk. Dalam sujud, orang tidak bisa menoleh kemanapn kecuali menghadap Allah. Rukuk adalah simbol penghambaan, sedangkan sujud simbol kedekatan. Sujud dilakukan setelah rukuk, karena siapapun yang tidak memiliki etika penghambaan, ia tidak akan bisa dekat kepada Allah SWT. Sujud merupakan pembeda muslim dan setan, sebab setan selalu menolak melakukannya. Sujud juga posisi terdekat antara manusia dan Allah.
5. DUDUK DI ANTARA DUA SUJUD
Sesudah melakukan sujud pertama, kita duduk istirahat sebentar, untuk kemudian bersujud lagi. Selesai rakaat pertama, kita berdiri lagi serta mengulangi apa yang kita kerjakan pada rakat pertama. Pada sikap duduk iftirasy, kita duduk dengan otot-otot pangkal paha. Dalam sikap duduk ini, salah satu saraf pangkal paha yang besar berada di atas kedua tumit kaki. Tumut dilapisi oleh sebuah otot yang berfungsi sebagai bantal. Dengan demikian, tumit menekan otot-otot pangkal paha serta saraf pangkal paha yang besar itu, sehingga saraf pangkal paha itu terpijit. Pijitan tersebut dapat menghindarkan dari penyakit saraf pengkal paha yang menyebabkan rasa sakit, nyeri, sehingga tidak dapat berjalan.
Berdasar beberapa doa dalam posisi ini, maka ada empat permohonan penting kepada Allah, yaitu:
A. Ampunan, yaitu Allah atas semua dosa. Hampir tidak ada hari kita lewati tanpa dosa. Tanpa ampunan Allah, kita pasti menjadi manusia paling sengsara di akhirat (minal khasirin).
B. Kasih sayang, yaitu kasih sayang (rahmat) Allah. Ampunan (maghfirah) Allah selalu berkaitan dengan kasih (rahmat)-Nya. Keduanya menjadi penentu masa depan dunia dan akhirat.
C. Sejahtera, yaitu terpenuhinya kebutuhan hidup: jasmani dan rohani. Termasuk di dalamnya kesehatan fisik. Kita memohon kesehatan dan rizki yang banyak dengan niat mendapatkan kemudahan ibadah, biaya pendidikan anak, infak untuk pengembangan agama dan sedekah untuk fakir miskin.
D. Iman, yaitu keimanan yang kokoh dan petunjuk sepanjang waktu. Iman kita sangat labil, apalagi di tengah godaan duniawi yang semakin beragam.
Keempat poin diatas, disingkat menjadi AKSI (Ampunan, Kasih sayang, Sejahtera, dan Iman)
6. TASYAHUD
Posisi duduk ini disebut “tasyahud” karena di dalamnya ada bacaan “syahadat”, sebuah ikrar keimanan, “Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah”. Dengan keimanan yang benar, orang beriman akan menjalankan perintah Allah bukan sebagai beban, tapi sebuah kebutuhan; menerima apapun takdir Allah dengan ikhlas, ridla dan senang hati, serta bertawakal kepada Allah.
Ada tiga poin penting yang harus dihayati dalam posisi tasyadud, yaitu:
A. Shalawat
Shalawat dan salam kita berikan kepada Nabi SAW, sebagai ungkapan terima kasih atas jasa Nabi SAW yang mengenalkan Allah kepada kita dan membimbing cara beribadah kepada-Nya. Kita bertekad menyontoh keimanan, ibadah dan akhlak Nabi SAW. Salam (doa keselamatan) juga kita mohonkan untuk diri sendiri dansemua orang shaleh.
B. Persaksian
Kita bersaksi atau berikrar “Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah”. Kita memohon kepada Allah agar tetap menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya sepanjang hidup, dan mati dengan keimanan yang sempurna. (ahyina muslimin, wa tawaffana mukminin).
C. Tawakal
Kita serahkan sepenuhnya apapun hasil yang diberikan Allah setelah ikhtiar yang maksimal. Kita pasrahkan juga hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan kepada Allah SWT. Allah SWT Maha Mengetahui apa yang terbak bagi kita. Ketiga poin diatas disingkat menjadi SOSIAL (Shalawat, Persaksian dan Tawakal).
Dengan metode-metode dan penerapan inilah shalat bahagia itu di gunakan untuk mencapai sebuah  kebahagiaan dengan tanpa mengurangi nilai-nilai penting dan kesakralan sebuah ibadah sholat.
Demikianlah terapi sholat bahagia ini saya tulis, dan saya mengalami sendiri ketika saya mempunyai masalah dan saya curahkan kepada sang maha kuasa dan di situ saya merasa bahwa tidak ada tempat yang tepat kecuali mengadu kepada allah swt.



Terapi sholat bahagia

PENDALAMAN TERAPI SHOLAT BAHAGIA Oleh:  Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag Shalat Bahagia? Shalat mengantar manusia kepada kebahagiaan. L...